Minggu, 21 September 2008

PENILAIAN ALTERNATIF (1)

Ketika sedang membuka kumpulan modul yang sudah termuseumkan, saya menemukan judul yang cukup menarik yaitu Penilaian Alternatif. Selama ini saya sendiri masih belum pasti dalam memilih standar yang baku ketika menyusun penilaian alternatif, mengingat banyaknya pendapat tentang penilaian jenis ini.
Sistem pengambilan nilai dalam pembelajaran matematika selama ini banyak didominasi oleh metode pengujian tes kertas-pensil yang hanya mengukur ingatan siswa terhadap informasi faktual dan prosedur algoritmis saja. Sementara untuk menilai tujuan proses masih sangat jarang dilakukan. Salah satu cara yang bisa digunakan untuk tujuan tersebut yaitu dengan penilaian alternatif.
Penilaian alternatif merupakan penilaian yang mengukur kemampuan relatif siswa dalam mencapai tujuan proses pengajaran. Ada berbagai jenis penilaian alternatif antara lain penilaian unjuk kerja, proyek dan investigasi, dan portofolio.

Penilaian Unjuk Kerja (Performance Assesment)

Tujuan tugas dalam penilaian unjuk kerja adalah untuk mengetahui apakah yang diketahui siswa dan apakah yang mereka lakukan. Tugas tersebut harus bermakna, autentik, dan dapat mengukur penguasaan siswa. Autentik artinya realistis atau sesuai dengan kehidupan nyata. Adapun kriterianya adalah:
1. Mengarah pada tujuan pengajaran umum, tujuan khusus, dan isi atau materi dalam kurikulum.
2. Memberikan kesempatan siswa untuk mengemukakan pikiran dan pemahamannya dalam masala matematika dan tidak hanya meminta jawaban tunggal.
3. memberikan kesempatan untuk menilai proses-proses yang ada dalam tugas.
4. Realistis, menarik, dan merangsang berfikir.
5. Mewakili tujuan yang akan dinilai, sehingga generalisasinya dapat digunakan untuk mengetahui unjuk kerja siswa.
6. Menekankan pada kedaaman materi dari pada keluasannya dan penguasaan dari pada kecepatannya.
7. Lebih open-ended dari pada terstruktur yang ketat.
8. Tidak algoritmis, yaitu tidak mempunyai satu alur yang jelas dalam penyelesaiannya, khususnya nampak pada awal tugas.
9. Menimbulkan pertanyaan baru atau masalah lain.
Penilaian unjuk kerja bisa dimulai secara perlahan dan teratur. Tidak harus menilai unjuk kerja setiap hari atau tidak dilakukan sama sekali. Juga tidak perlu semua materi pembelajaran dievaluasi seperti ini. Pemilihan topik yang tepat akan menghasilkan penilaian unjuk kerja yang efektif sesuai dengan tujuan kunci yang hendak dicapai. Evaluasi numerik bisa saja dibuat sehingga nilai menunjukkan hasil tugas penilaian unjuk keja. Akan tetapi karena penilaian unjuk kerja menilai pemahaman siswa, maka lebih baik mengunakan penialaian dengan komentar dari pada nilai numerik. Sebab nilai memberi kesan pada siswa bahwa pekerjaan itu berhasil, sebgian, atu tidak sama sekali. Komentar guru dapat memberikan pandangan pada siswa akan pemahamannya dan merupakan dasar pekerjaan berikutnya. Dua hal yang harus ada dalam penilaian unjuk kerja adalah standar unjuk kerja harus ditetapkan dan tugas unjuk kerja harus ditulis sehingga dapat dievaluasi menggunakan standar yang ditetapkan tersebut.

Contoh Tugas Penilaian Unjuk Kerja

Demonstrasikan pengetahuanmu dengan memberikan jawaban yang jelas dan ringkas terhadap masalah berikut! Gunakan semua gambar yang relevan dan periksalah jawabanmu. Kamu dapat menunjukkan penyelesaianmu dengan lebih dari satu cara atau menyelidikinya melebihi dari permintaan masalah yang ada.
Masalah
Ada 12 titik yang berbeda, misal titik A, B, C, ..., L, yang terletak pada bidang datar dan tidak ada tiga titik yang terletak segaris.
a. Berapakah banyak garis yang dapat dilukis melalui titik-titik tersebut?
b. Berapakah banyak garis yang dapat dilukis melalui titik A?
c. Berapakah banyak segitiga yang dapat dilukis dari titik-titik tersebut?
d. Berapakah banyak segitiga yang dapat dilukis yang salah satu titik sudutnya adalah titik A?
e. Jawablah seperti pada pertanyaan a, b, c, dan d di atas jika diketahui ada n titik!
f. Apakah yang dapat kamu simpulkan?

Contoh Rubrik Penskoran

Tingkatan
1. Superior
Deskripsi:
• Menggunakan konsep melukis garis dan segitiga melalui titik-titik yang diketahui pada bidang datar dengan benar.
• Menggunakan lebih dari satu strategi yang sesuai, misal pola bilangan dan kombinatorik.
• Komputasi benar.
• Penjelasannya benar, lengkap, dan patut dicontoh.
• Lukisan yang digambar benar dan jelas.
2. Memuaskan dengan sedikit kekurangan
Deskripsi:
• Menggunakan konsep melukis garis dan segitiga melalui titik-titik yang diketahui pada bidang datar dengan benar.
• Menggunakan lebih dari satu strategi yang sesuai, misal pola bilangan dan kombinatorik.
• Komputasi benar.
• Penjelasannya benar.
• Lukisan yang digambar benar, tetapi tidak lengkap.
3. Cukup memuaskan dengan banyak kekurangan
Deskripsi:
• Menggunakan konsep melukis garis dan segitiga melalui titik-titik yang diketahui pada bidang datar dengan kurang tepat.
• Menggunakan satu strategi yang sesuai, misal pola bilangan atau kombinatorik.
• Komputasi sebagian besar benar.
• Penjelasannya sebagian besar benar.
• Lukisan yang digambar benar, tetapi tidak lengkap.
4. Tidak memuaskan
Deskripsi:
• Tidak menggunakan konsep melukis garis dan segitiga melalui titik-titik yang diketahui pada bidang datar.
• Tidak menggunakan strategi yang sesuai.
• Komputasi tidak benar.
• Penjelasannya tidak jelas dan salah.
• Lukisan yang digambar salah dan tidak jelas.

Sumber: Depdiknas

0 comments:

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

© Narni Kurniawan, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena